• MTS AL-KHAIRAAT BOROKO
  • BERILMU AMALIAH & BERAMAL ILMIAH
  • email@mtsalkhairaatboroko.com
  • (0434) -
  • Pencarian

Contoh Suplemen Kurikulum Darurat Tahun Pelajaran 2020/2021

SUPLEMEN KURIKULUM DARURAT

…………………………….

TAHUN PELAJARAN 2020/2021

 

  

 

Disusun dalam rangka memberikan arah pengelolaan kegiatan pembelajaran dan pendidikan di masa pandemicovid 19 di …………………….

 

 

Oleh

 

Tim Pengembang Kurikulum ……………….

Kabupaten ………………

 

 

   

 

KEMENTERIAN AGAMA

Kabupaten…………………

Jl………………………..

 

 

 

 

LEMBAR PENETAPAN

 

Setelah memperhatikan pertimbangan dari komite madrasah dan dilakukan validasi oleh pengawas madrasah maka dengan ini Suplemen Kurikulum Darurat………… ditetapkan dan diberlakukan mulai tahun pelajaran 2020/2021 selama masa darurat covid 19 berlangsung

 

 

 

           Ditetapkan di  :…………….

           Tanggal           : …. Juni 2020

 

Komite Madrasah           Kepala Madrasah                                                      

 

……………………            ………………………

 

 

 

 

 

LEMBAR PENGESAHAN 

Dibuatkanoleh Kantor Kemenag Kab/Ko Bolaang Mongondow Utara

 

 

 

 

  

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, RA/MI/MTs/ ………… telah menyusun Dokumen I Suplement Kurikulum Darurat  yang sekaligus juga penerapan Kurikukum 2013. Penyusunan Dokumen Suplemen Kurikulum  Darurat ini merupakan salah satu upaya mengoptimalkan kegiatan proses pendidikan yang dilaksanakan oleh madrasah selama masa pandemic covid 19, sesuai dengan karakteristik kondisi zona/daerah madrasah dan zona asal peserta didik serta berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Suplement Kurikulum darurat ini disusun dengan mengacu pada SK Dirjen Pendis No 2791 tahun 2020 tentang Panduan Kurikulum Darurat pada madrasah dan KMA no 183 (tentang Kurikulum PAI dan Bahasa Arab pada Madrasah) dan 184 tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah. Dokumen Suplement Kurikulum Darurat yang kami susun ini mulai dilaksanakan pada tahun pelajaran 2020/2021 selama masa pandemi covid 19.

Namun demikian, kami menyadari bahwa Dokumen suplemen kurikulum darurat ini masih belum sempurna. Penyempurnaan secara berkelanjutan akan terus dilakukan seiring dengan perubahan dan penyempurnaan supplement Kurikukum darurat dimasa pandemic covid 19.

Kami mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada seluruh warga madrasah dan Staf Madrasah yang telah meluangkan waktu dan tenaganya untuk membantu baik waktu maupun tenaganya untuk menyusun Dokumen ini.Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk terhadap segala upaya yang kita lakukan demi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

 

....................., 15 Juni 2020

KepalaMadrasah,

 

 

 

DAFTAR ISI

 

LEMBAR PENETAPAN ………………….........

LEMBAR PENGESAHAN.........................

i

ii

KATA PENGANTAR...............................

iii

DAFTAR ISI.........................................

Iv

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.     LatarBelakang…............………

1

 

B.     Dasar Hukum………........…………

2

 

C.     TujuanPenyusunanDokumen Suplement Kurikulum Darurat…

2

 

D.     Landasan dan Prinsip Pengembangan Kurikulum Darurat….

3

BAB II

VISI, MISI DAN TUJUAN MADRASAH

 

 

A. Visi.........................................

6

 

B. Misi.................................……….

6

 

C. Tujuan................................. ...

6

BAB III

KERANGKA DASAR, STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM DARURAT

 

 

A.     Kerangka Dasar KurikukumDarurat......

1.        Konsep dasarKurikulumDarurat ……

2.        KonsepPembelajaranDarurat …………

3.        PrinsipPembelajaran Masa Darurat …

4.        Materi, Metode dan Media Pembelajaran

Masa Darurat..

5.        Langkah-langkah Pembelajaran

masa Darurat

6.        Pengelolaan Kelas Pada Masa Darurat …

7

7

7

8

9

10

13

 

B. Struktur dan Muatan Suplemen

Kurikulum Darurat...........................

14

 

1.      StrukturKurikulum.....................

14

 

2.      Pengaturan Beban Belajar...........

17

 

3.      Penilaian Hasil Belajar………….......

17

 

4.      Kriteria Kenaikan Kelas...............

19

 

5.      Kriteria Kelulusan.......................

6.      Mutasi......................................

19

20

BAB IV

KALENDER PENDIDIKAN

A.    PermulaanTahunPelajaran …………...

 

21

 

B.     Jumlah Minggu Efektif……………………

23

 

C.     Jadwal Waktu Libur ....................

24

BAB V

PENUTUP.........................................

26

 

 

LAMPIRAN

  1. Pemetaan KI dan KD materi esensial, contoh silabus dan RPP yang disederhanakan sesuai dengan kurikulum darurat
  2. SK penetapan Kurikulum Darurat 2020/2021
  3. SK TPKM, UraianTugas Tim Penyusun, program dan jadwal kerja TPKM
  4. Berita acara, daftar hadir dan notula kegiatan penyusunan Suplemen Kurikulum Darurat
  5. Instrumen Verifikasi/Validasi Dokumen Suplemen Kurikulum Darurat
  6. Foto kegiatan penyusunan Suplemen Kurikulum Darurat


 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A. LATAR BELAKANG

Dalam kondisi darurat, kegiatan pembelajaran tidak bisa berjalan secara normal seperti biasanya, namun demikian peserta didik harus tetap mendapatkan layanan pendidikan dan pembelajaran.

Pada masa darurat Covid-19, madrasah telah melaksanakan kegiatan pembelajaran di tengah kondisi darurat sesuai dengan kondisi dan kreatifitas masing-masing madrasah dimana peserta didik belajar dari rumah dengan bimbingan dari guru dan orang tua.

Menghadapi tahun pelajaran 2020/2021 yang masih dalam masa darurat, tentunya madrasah membutuhkan pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran yaitu Kurikulum Darurat yang merupakan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang disusun dan dilaksanakan oleh satuan pendidikan pada masa darurat dengan memperhatikan rambu-rambu ketentuan yang berlaku serta kondisi keterbatasan masing-masing satuan pendidikan di masa darurat. Masa darurat yang dimaksud bukan hanya pada masa darurat wabah Corona Virus Disease (Covid-19), tetapi berlaku pula pada masa darurat karena terjadi bencana alam, huru-hara dan sebagainya.

Suplemen Kurikulum darurat ini dikembangkan untuk menghadapi masa darurat covid 19 oleh Tim Pengembang Kurikulum madrasahyang meliputi kerangka dasar  Kurikulum Darurat, tujuan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum, serta kalender pendidikan,  Sebelum mengembangkan Kurikulum Darurat, madrasah melakukan analisis kondisi internal yang ada di satuan pendidikan, dan analisis kondisi lingkungan eksternal satuan pendidikan dengan melakukan skrening zona lokasi tempat tinggal guru, tenaga kependidikan dan peserta didik untuk memastikan tempat tinggalnya bukan  merupakan episentrum penularan Covid-19.

Suplemen Kurikulum Darurat ini disusun dan dilaksanakan  pada masa darurat covid 19. Oleh karena itu semua aspek yang berkenaan dengan perencanaan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan penilaian hasil belajar disesuaikan dengan kondisi darurat pada setiap satuan pendidikan madrasah. Dalam menyusun suplemen kurikulum darurat, satuan pendidikan dapat melakukan modifikasi dan inovasi kurikulum, disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan madrasah.

Dengan tersusunnya dokumen Suplemen Kurikulum Darurat ini, MI/MTs/MA ……………akan menjadi madrasah yang memiliki Kurikulum Darurat yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan madrasah dimasa pandemi covid 19, sehingga terselenggara proses pendidikan yang berbasis lingkungan madrasah dengan mengembangkan berbagai keunggulan-keunggulan dan kreatifitas dan inovasi madrasah.

  1. DASAR HUKUM
  2. KMA nomor 183 tahun 2019 tentang Kurikulum PAI dan Bahasa Arab pada Madrasah
  3. KMA nomor 184 tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Pada Madrasah
  4. Surat Keputusan Dirjen Pendis Nomor 6981 Tahun 2019 tentang petunjuk teknis penyusunan dan pengembangan KTSP
  5. Surat Keputusan Menteri Kesehatan No.HK.01.07/MENKES/ 328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di TempatKerjaPerkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha Pada Situasi Pandemi.
  6. Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 2491 Tahun 2020 tentang Kalender Pendidikan Madrasah TP. 2020/2021, dan
  7. Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 2791 Tahun 2020 tentang Panduan Kurikulum Darurat pada Madrasah
  8. Surat Edaran no 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa DaruratPenyebaran Covid 19
  9. Surat Edaran Kemendikbud nomor 15 tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Covid 19
  10. Surat Edaran Dirjen Pendis Nomor : B-937/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/05/2020 tentang Kurikulum Darurat pada Madrasah

 

  1. TUJUAN PENYUSUNAN DOKUMEN KURIKULUM DARURAT

Secara umum tujuan diterapkan Kurikulum adalah untuk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui  pemberian kewenangan (otonomi), dan mendorong madrasah untuk melakukan   pengambilan keputusan secarapartisipatif dalam pengembangan  kurikulum. Sedangkan secara khusus tujuannya adalah: 

  1. Menyamakan persepsi kepala madrasah, pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik dan Komite madrasah tentang berbagai peraturan dan perundang-undangan yang mendasari implementasi kurikulum 2013 pada masa pandemic covid 19
  2. Sebagai acuan tekhnis atau pedoman penyelenggaraan pembelajaran selama pandemi covid 19 di Madrasah. Dengan harapan agar pembelajaran di.....................ini  dapat terlaksana dengan baik dan efektif
  3. Sebagai panduan implementasi kurikulum 2013 untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi padakehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia
  4. Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif madrasah dalam mengembangkan kurikulum.
  5. Memberdayakan sumber daya yang tersedia.
  6. Meningkatkan kepedulian warga Madrasah dalam mengembangkan kurikulum melalui pengambilan keputusan bersama untuk mewujudkan keunggulan madrasah.
  7. Untuk memastikan hak anak untuk tetap mendapatkan layanan Pendidikan, melindungi warga satuan pendidikan dan memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, pesertadidik dan orang tua.

 

  1. LANDASAN DAN PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM

Suplemen Kurikulum Darurat ………….dikembangkan sesuai dengan kondisi lingkungan eksternal dan internal madrasah yang meliputi sarana prasarana, guru, peserta didik, pemetaan zona lokasi tempat tinggal peserta didik maupun guru pada masa darurat pandemic covid 19. Pengembangan Suplemen Kurikulum Darurat………..mengacu pada regulasi dan pedoman yang sesuai, serta memperhatikan pertimbangan komite madrasah dan dikembangkan berdasarkan landasan dan prinsip-prinsip sebagai berikut:

 

Landasan pengembangan Suplemen Kurikulum darurat adalah sebagai berikut

  1. Landasan Filosofis

Kurikulum darurat madrasah dikembangkan menggunakan filosofi:

  1. Madrasah sebagai satuan pendidikan formal dengan kekhasan agama Islam yang mendasarkan kepada Alquran dan Hadis sebagai sumberutama.
  2. Pendidikan berakar pada budaya bangsa untuk membangun kehidupan bangsa masa kini dan masa mendatang.
  3. Target utama pendidikan madrasah adalah pembentukan karakter mulia atau akhlakul karimah serta pembekalan kompetensi sebagaibekal masa depan peserta didik.
  4. Peserta didik adalah pewaris budaya bangsa yang kreatif.
  5. Guru adalah sosok teladan yang baik bagi peserta didik.
  6. Landasan Sosiologis

Kurikulum darurat dikembangkan atas dasar kebutuhan merespon perubahan rancangan dan proses pendidikan dalam rangka memenuhi dinamika kehidupan keberagamaan, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, membangun masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan terutama pada masa darurat covid 19

  1. Landasan Psiko-pedagogis

Kurikulum harus didudukkan sebagai wahana pendewasaan peserta didik sesuaidengan perkembangan psikologisnya dan mendapatkan perlakuan pedagogis sesuai dengan konteks lingkungan dan zamannya pada masa daruratcovid 19.

 

Prinsip-prinsip Pengembangan Suplemen Kurikulum darurat

Suplemen Kurikulum darurat dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan di bawah koordinasi Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan Kementerian Agama Provinsi.Kurikulum darurat ini dikembangkan  berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut :

  1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, kepentingan peserta didik dan tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada pesertadidik.
  2. Beragam dan terpadu

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, terutama pada masa daruratcovid 19 saatini.

  1. Tanggap Terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, pada masa darurat semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan melalui teknologi .
  2. Relevan dengan kebutuhan kehidupan

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia industri. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan sosial, keterampilan akademik dan keterampilan vokasional sangat penting. 

 

 

  1. Menyeluruh dan berkesinambungan

Subtansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan menyesuaikan dengan kondisi masa darurat.

  1. Belajar Sepanjang Hayat

Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.

  1. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dandaerah untuk membangun kehidupan bermasyrakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dan daerah harus saling mengisi danmemberdayakan sejalan dengan 4 pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD1945, Bhinekka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

 

 

BAB II

VISI, MISI DAN TUJUAN ( menyesuaikan di madrasah)

 A. VISI

 B. MISI

 C. TUJUAN MADRASAH

 

 

 

 

BAB III

KERANGKA DASAR, STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM DARURAT

  1. KERANGKA DASAR KURIKUKUM DARURAT
    1. KONSEP KURIKULUM DARURAT
  2. Kurikulum Darurat disusun dan dilaksanakan hanya pada masa darurat covid 19.
  3. Penyusunan kurikulum darurat dilakukan dengan cara memodifikasi dan melakukan inovasi pada strukturkurikulum, bebanbelajar, strategi pembelajaran, penilaian hasil belajar dan lain sebagainya sesuai dengan kondisi madrasah.
  4. Pada masa darurat covid 19, seluruh peserta didik tetap mendapatkan layanan pendidikan dan pembelajaran dari madrasah.
  5. Kurikulum darurat hanya diterapkan pada masa darurat covid 19 dan dilakukan apabila madrasah mampu memenuhi persyaratan protocol kesehatan yang ditetapkan pemerintah setempat yang meliputi sarana yaitu Tempat cuci tangan, hand sanitizer, penataan kelas yang memenuhi physical distanching, bilik untuk penyemprotan disinfektan, Alat pengukur suhu badan, masker cadangan, pengoptimalan fungsi UKS dll. Bila kondisi sudah normal makakegiatan pembelajaran akankembali dilaksanakan secara normal seperti biasanya.

 

  1. KONSEP PEMBELAJARAN MASA DARURAT
  1. Kegiatan pembelajaran pada masa darurat dilakukan dengan berpedoman pada Kalender Pendidikan Madrasah tahun pelajaran 2020/2021 yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia
  2. Kegiatan pembelajaran masa darurat dilakukan tidak hanya untuk mencapai ketuntasan kompetensi dasar (KD) kurikulum, namun lebih menititik beratkan pada penguatan karakter, praktek ibadah, peduli pada lingkungan dan kesalehan social lainnya.
  3. Kegiatan pembelajaran masa daruratcovid 19 melibatkan guru, orang tua, peserta didik dan lingkungan sekitar.
  4. Kegiatan pembelajaran dilakukan setelah madrasah melakukan:

Pemetaan/skrining zona desa/kelurahan tempat tinggal peserta didik, guru serta tenaga kependidikan yang ada di madrasah sebagai bahan penentuan pelaksanaan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh madrasah, selain itu untuk memastikan tempat tinggalnya bukan merupakan episentrum penularan Covid-19 (zona hijau) atau termasuk lingkungan yang tidak aman (zona merah), dalam hal ini dapat diketahui antara lain melalui gugus tugas penanganan covid 19, melalui aplikasi pemantauan covid 19 atau surat keterangan dari kepala desa/kelurahan atau kecamatan, selain itu pemetaan/ skrining kesehatan bagi pesertadidik, guru dan tenaga kependidikan untuk memastikan kondisi kesehatannya tidak berpotensi untuk menularkan atau tertular Covid-19 hal tersebut dapat ditunjukkan melalui surat keterangan sehat dari puskesmas sebagai bentuk pemenuhan kelengkapan apabila proses pembelajaran akan dilakukan secara tatap muka atau kelas nyata.

  1. Kegiatan pembelajaran masa darurat dilaksanakan dengan mempertimbangkan terjaganya kesehatan, keamanan, dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan dan masyarakat baik pada aspek fisik maupun psikologi, untuk pembelajaran tatap muka atau kelas nyata hal tersebut ditunjukkan dengan surat rekomendasi dari pemerintah setempat melalui Kementerian Agama dan surat persetujuan dari orang tua.

 

  1. PRINSIP PEMBELAJARAN MASA DARURAT
  1. Pembelajaran dilakukan dengan tatap muka, tatap muka terbatas, dan/atau pembelajaran jarakjauh, baik secara Daring (dalam jaringan) dan Luring (luar jaringan) kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan;
  2. Pembelajaran berlangsung di madrasah, rumah, dan di lingkungan sekitar sesuai dengan kondisi masing-masing termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/ fasilitas belajar di rumah.
  3. Pembelajaran dikembangkan secara kreatif dan inovatif dalam mengoptimalkan tumbuhnya kemampuan kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif peserta didik.
  4. Pembelajaran menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah peserta didik, dan di mana saja adalah kelas. 
  5. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran
  6. Pembelajaran yang dilaksanakan dari rumah lebih menitikberatkan pada pendidikan kecakapan hidup, misalnya pemahaman mengatasi pandemi Covid-19, penguatan nilai karakter atau akhlak, serta keterampilan beribadah peserta didik di tengah keluarga;
  7. Keselamatan dan kesehatan lahir batin peserta didik,   pendidik,  kepala satuan pendidikan dan  seluruh warga satuan pendidikan menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan belajar dari rumah
  8. Mengedepankan pola interaksi dan  komunikasi yang   positif antara  guru  dengan peserta didik dan orang tua/wali
  9. Bukti atau produk aktivitas Belajar dari Rumah diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif

 

  1. MATERI, METODE DAN MEDIA PEMBELAJARAN MASA DARURAT
  1. Pengembangan Materi Ajar.

Guru memilih materi pelajaran esensi untuk dijadikan prioritas dalam pembelajaran. Sedangkan materi lain dapat dipelajari peserta didik secara mandiri. Materi pembelajaran diambilkan dan dikumpulkan serta dikembangkan dari:  

  1. Buku-buku sumber seperti buku peserta didik, buku pedoman guru, maupun buku atau literatur lain yang berkaitan dengan ruang lingkup yang sesuai dan benar.
  2. Hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan dan/atau berkaitan dengan fenomena sosial yang bersifat kontekstual, misalnya berkaitan dengan pandemi Covid-19 atau hal lain yang sedang terjadi di sekitar peserta didik.
  3. Model dan MetodePembelajaran.
  4. Desain pembelajaran untuk memperkuat pendekatan berbasis ilmiah/saintifik berbentuk model-model pembelajaran, seperti model Pembelajaran Berbasis Penemuan (Discovery learning) model Pembelajaran Berbasis Penelitian (Inquiry learning), Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning), Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning), dan model pembelajaran lainnya yang memungkinkan peserta didik belajar secara aktif dan kreatif.
  5. Guru memilih metode yang memungkinkan pencapaian tujuan pembelajaran pada kondisi darurat.
  6. Guru secara kreatif mengembangkan metode pembelajaran aktif yang disesuaikan dengan karakteristik materi/tema dan karaktersituasi yang dihadapi madrasah pada kondisi darurat.
  7. Aktivitas dan tugas pembelajaran pada masa belajar dari rumah dilaksanakan bervariasi antar peserta didik, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbang kankesenjangan akses/ketersediaan fasilitas belajar di rumah.
  8. Pemberian tugas pembelajaran dilaksanakan dengan mempertimbangkan konsep belajar dari rumah, yaitu sebagai usaha memutus mata rantai penyebaran Covid-19, maka beban tugas yang diberikan kepada peserta didik dipastikan dapat diselesaikan tanpa keluar rumah dan tetap terjaga kesehatan, serta cuku pnya waktu istirahat untuk menunjang daya imunitas peserta didik

 

  1. Media dan Sumber Belajar.

Guru menggunakan media yang ada di sekitar lingkungan, dapat berupa benda-benda yang dapat dijadikan sebagai media pembelajaran sederhana. Pemilihan media disesuaikan dengan materi/temayang diajarkan dan tagihan dengan tetap mempertimbangkan kondisi kedaruratan. Selain itu guru dan peserta didik dapat menggunakan media dan sumberbelajarantara lain:bukusekolahelektronik ( https://bse.kmendikbud.go.id), sumberbahan ajar pesertadidik, Guru berbagi (E-Learning Madrasah), aplikasi e -learning madrasah (https://elearning.kemenag.go.id/), web Rumah Belajar oleh Pusdatin Kemendikbud(https://belajar.kemdikbud.go.id), TVRI, TV edukasi Kemendikbud (https:tve.kemendikbud.go.id/live/), Pembelajaran Digital oleh Pusdatin dan SEAMOLEC, Kemendikbud (http://rumahbelajar.id), Tatap muka daring program sapa duta rumah belajar Pusdatin Kemendikbud (pusdatin.webex.com), Aplikasi daring untukpaket A,B,C.( http://setara.kemdikbud.go.id/), Guru berbagi ( http://guruberbagi.kemdikbud.go), Membaca digital (http://aksi.puspendik.kemdikbud.go.id/membacadigital/), Video  pembelajaran ( Video  pembelajaran), Radio edukasi Kemendikbud ( https://radioedukasi.kemdikbud), Ruang guru PAUD Kemendikbud (http://anggunpaud.kemdikbud), Mobile edukasi - Bahan ajar multimedia ( https://medukasi.kemdikbud.go.id/meduka), Modul Pendidikan Kesetaraan (https://emodul.kemdikbud.go.id/), Kursus daring untuk Guru dari SEAMOLEC (http://mooc.seamolec.org/),

 

  1. LANGKAH-LANGKAH PENGELOLAAN PEMBELAJARAN MASA DARURAT
  1. Langkah- Langkah Penyiapan sarana pendukung pembelajaran kurikulum darurat yang dilakukan oleh Madrasah:
  2. Melakukan pemetaan/ skrining zona tempat tinggal peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan untuk menentukan model pengelolaan pembelajaran dan mengajukan rekomendasi apabila termasuk pada zona hijau
  3. Menetapkan model pengelolaan pembelajaran selama masa darurat
  4. Memastikan system pembelajaran yang terjangkau bagi semua peserta didik termasuk pesertadidik penyandang disabilitas
  5. Membuat program  pengasuhan untuk mendukung  orang  tua/wali dalam mendampingi peserta didik belajar, minimal satu  kali   dalam satu minggu melalui materi pengasuhan pada laman https://sahabatkeluarga. kemdikbud.go.id/laman/.
  6. Membentuk tim siaga darurat untuk penanganan COVID-19   di    madrasah terdiri dari unsur guru, tenaga kependidikan, komite madrasah, dan memberikan pembekalan mengenai tugas dan tanggungjawab kepadatim,  berkoordinasi dengan Kemenag dan / gugus tugas penanganan COVID-19 
  7. Memberikan laporan secara berkala kepada Kantor Kemenag melalui pengawas madrasah tentang kondisi kesehatan warga madrasah, metode pembelajaran yang digunakan ( kelas nyata, daring/luring atau kombinasi), kendala pelaksanaan dan praktik pelaksanaannya serta capaian hasil belajar peserta didik.
  8. Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran kurikulum darurat yang dilakukanoleh guru:
    1. MenyiapkanPerencanakan Pembelajaran
  9. Sebelum melakukan aktifitas pembelajaran, guru menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun secara simple/sederhana, mudah dilaksanakan, serta memuat hal-hal pokok saja namu ntetapberpedoman pada SK Dirjen PendisNomor 5164 Tahun 2018 dan permendikbud Nomor 37 tahun 2018.  
  10. Dalam menyusun RPP, guru merujuk pada SKL, KI-KD dari materi esensi dan dan Indikator Pencapaian yang diturunkan dari KD.
  11. Guru membuat pemetaan KD dan memilih materi esensi yang akan di ajarkan kepada peserta didik pada masa darurat.
  12. Dalam setiap menyusun RPP, terdapat 3 (tiga) ranah yang perlu dicapai dan perlu diperhatikan pada setiap akhir pembelajaran, yaitu dimensi sikap, aspek pengetahuan dan aspek keterampilan.
  13. Dimensi sikap mencakup nilai-nilai spiritual sebagai wujud iman dan takwa kepada Allah Swt, mengamalkan akhlak yangterpuji dan menjadi teladan bagi keluarga masyarakat danbangsa, yaitu sikap peserta didik yang jujur, disipilin, tanggungjawab, peduli, santun, mandiri, dan percaya diri dan berkemauan kuat untuk mengimplementasikan hasil pembelajarannya di tengah kehidupan dirinya dan masyarakatnya dalam rangka  mewujudkan kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang lebih baik. 
  14. Dimensi pengetahuan yaitu memiliki dan mengembangkan pengetahuan secara konseptual, faktual, prosedural dan metakognitif secara teknis dan spesifik dari tingkat sederhana, kongkrit  sampai abstrak, komplek berkenaaan dengan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya masyarakat sekitar, lingkungan alam, bangsa, negara dan kawasan regional, nasional maupun internasional.    
  15. Dimensi keterampilan yaitu memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi dan bertindak: kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif serta mampu bersaing di era global dengan kemampuan sikap, pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. 
  16. Setelah penyusunan RPP selesai dan disahkan oleh kepala madrasah, RPP tersebut dapat juga dibagikan kepada orang tua peserta didik agar orang tua mengetahui kegiatan pembelajaran, tugas dan target capaian kompetensi yang harus dilakukan anaknya pada masa darurat. 

 

  1. Pelaksanaan KegiatanPembelajaran : (opsi dipilih atau dimodivikasi sesuai dengan kondisi madrasah)
    1. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara Kelas Nyata (tatap muka)
  • Kegiatan Pendahuluan.
    1. Guru menyiapkan kondisi pisik dan psikhis peserta didik
    2. Mengucapkan salam dan doa bersama sebelum mulaipembelajaran
    3. Guru menyapa dengan menanyakan kondisi peserta didik dan keluarganya
    4. Guru melakukan Pretest secara lisan.
    5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
    6. Guru menyampaikan lingkup materi pelajaran.
  • Kegiatan Inti.
    1. Guru mengorganisir pesertadidik dalam pembelajaran.
    2. Guru menyampaikan materi pelajaran dan mendiskusikan bersama pesertadidik.
    3. Pesertadidik melakukan kegiatansaintifik yang meliputi: mengamati, menanya, mencari informasi, menalar/ mengasosiasi, dan mengomunikasikan/ menyajikan/ mempresentasikan.   
    4. Guru menggunakan media ataualat peraga yang sesuai dengan karakteristik materi di masa darurat.
    5. Hasil pekerjaan peserta didik dapat berupa video, animasi, portofolio, proyek, produk, gambar, keterampilan, puisi, cerpen dan lain sebagainya yang memungkinkan dilaksanakan pesertadidik di masa darurat.
    6. Guru member apresiasi terhadap hasil karya peserta didik.
    7. Guru melaksanakan penilaian sikap selama aktivitas peserta didik belajar melalui pengamatan dan/atau menanyakan kepada orang tua sisiwa.
    1. Post test, dapatdilakukan dengan tes dan non tes.
    2. Guru dan peserta didik melakukan refleksi dengan mengevaluasi seluruh aktivitas pembelajaran serta menyimpulkan manfaat hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan.
    3. Kegiatan penutup diakhiri dengan guru memberikan informasi kepada peserta didik tentang materi/kompetensi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya dan memberikan pesan moral serta informasi pandemic covid 19.
    4. Penugasan, atau pekerjaan rumah dapatdilakukan secara individu maupun kelompok dan diberikan secara memadai sehingga tidak menyita banyakwaktu, tenaga dan biaya.
    5. Doapenutup dan salam

 

  1. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara Daring
  • Kegiatan prapembelajaran
    1. Guru menyiapkan nomor telepon pesertadidik atau orang tua/wali peserta didik dan membuat grup WhatsApp (atau aplikasi komunikasi lainnya) sebagai media interaksi dan komunikasi
    2. Guru melakukan diskusi dengan orang tua/ wali dan peserta didik untuk memastikan orang tua/wali peserta didik atau peserta didik mendukung proses pembelajaran daring
    3. Memberikan penjelasan tentang materi, media/ aplikasi yang akan dipakai pembelajaran daring
    4. Guru menyiapkan RPP yang  sesuai dengan kondisi dan akses pembelajaran daring.
  • Kegiatan saat pembelajaran
  1. Guru memeriksa kehadiran pesertadidik dan pastikan peserta didik dalam kondisi sehat dan siap mengikuti pembelajaran
  2. Guru mengajak peserta didik berdoa sebelum pembelajaran
  3. Guru menyampaikan materi sesuai dengan metode yang direncanakan
  4. Guru memberikan kesempatan kepada pesertadidik untuk bertanya, mengemukakan pendapat dan/atau melakukan refleksi
  • Kegiatan pasca pembelajaran
  1. a) Setiap peserta didik mengisi lembar aktivitas sebagai bahan pemantauan belajar harian.
  2. Mengingatkan orang tua/wali pesertadidik atau pesertadidik untuk mengumpukan foto aktifitas/lembar tugas atau file penugasan
  3. Memberikan umpan balik terhadap hasil karya/tugas pesertadidik/lembar refleksi pengalaman belajar
  4. Kegiatan penutup diakhiri dengan membaca doa, guru memberikan informasi kepada peserta didik tentang materi/kompetensi yang akandipelajari pada pertemuan berikutnya dan memberikan pesan moral serta informasi tentang pandemic covid 19

 

  1. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara Luring
  1. Kegiatan PraPembelajaran
  1. Guru menyiapkan RPP, bahan ajar, jadwal dan penugasan
  2. Jadwal pembelajaran dan penugasan belajar dikirim melalui kurir atau diambil oleh orangtua/wali pesertadidik sekali seminggu di akhir minggu dan atau disebarkan melalui media komunikasi yang tersedia.
  3. Guru memastikan semua peserta didik telah mendapatkan bahan ajar, lembar jadwal dan penugasan.
  4. Guru dan orangtua/wali peserta didik yang bertemu untuk menyerahkan jadwal dan penugasan diwajibkan melakukan prosedur keselamatan pencegahan COVID-19.

 

  1. SaatPembelajaran
  1. Pembelajaran luring dibantu orang tua/wali pesertadidik sesuai dengan jadwal dan penugasan yang telah diberikan.
  2. Guru dapat melakukan kunjungan kerumah peserta didik untuk melakukan pengecekan dan pendampingan belajar dengan wajib melakukan prosedur pencegahan penyebaran COVID19.
  3. Berdoa Bersama sebelum dan sesudah belajar.
    1. PascaPembelajaran
  4. Setiap peserta didik mengisi lembar aktivitas sebagai bahan pemantauan belajar harian.
  5. Orang tua/wali peserta didik memberikan tandatangan pada tiap sesi belajar yang telah tuntas di lembar pemantauan harian
  6. Memberikan tambahan muatan penugasan yaitu Pendidikan kecakapan hidup, antara lain mengenai pandemic COVID-19. Selain itu, menambahkan konten rekreasional dan ajakan melakukan olahraga/ kegiatan fisik dalam upaya menjaga kesehatan mental dan fisik peserta didik selamamasa belajar dari rumah.
  7. Hasil penugasan dan lembar pemantauan aktivitas harian dikumpulkan setiap akhir minggu sekaligus mengambil jadwal dan penugasan untuk minggu berikutnya yang dilakukan pengirimannya dapat juga melalui alat komunikasi atau kurir.

 

Untuk Lebih lengkapnya, silahkan unduh DISINI

 

Komentar

bagi lengkapnya ya pak. terima kasih banyak ya

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
RELEASE E-LEARNING MADRASAH 4.0.0

E-learning Madrasah 4.0.0 ~ Terdapat beberapa tambahan fitur yang sangat menarik dalam e-learning madrasah 4.0. Beberapa fitur yang akan lebih memudahkan guru atau satuan pendidikan dal

29/09/2021 20:25 - Oleh Admin - Dilihat 135 kali
Yuk Ikut Kursus di Alkhairaat Computer Course Center (AC3)

Kabar Gembira...! Telah dibuka Lembaga Kursus dan Pelatihan Alkhairaat Computer Course Center (AC3). Dampak Revolusi Industri 4.0 terhadap Pendidikan di Indonesia pada era modern i

12/01/2021 15:17 - Oleh Admin - Dilihat 629 kali
Kegiatan AKG, AKK & AKP 2020

Asesmen Kompetensi Guru, Kepala, dan Pengawas (AKG, AKK, AKP) hari ini, Kamis (19/11/2020) serentak digelar di seluruh Indonesia.Di tingkat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), k

19/11/2020 20:51 - Oleh Admin - Dilihat 354 kali
Panduan E-Learning Madrasah Untuk Siswa

E-learning Madrasah adalah sebuah aplikasi gratis produk Madrasah yang ditujukan untuk menunjang proses pembelajaran di Madrasah dari mulai Madrasah Ibtidayah (MI), Madrasah Tsanawiyah

03/11/2020 19:40 - Oleh Admin - Dilihat 439 kali
Asesmen Kompetensi Guru, Kepala dan Pengawas Madrasah (AKG, AKK dan AKP)

Asesmen Kompetensi Guru, Kepala dan Pengawas Madrasah (AKG, AKK dan AKP)~ Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mendefinisikan bahwa pro

09/10/2020 17:49 - Oleh Admin - Dilihat 382 kali
Aplikasi Manajemen Surat (AMS) Berbasis Web

Aplikasi Manajemen Surat (AMS) Berbasis Web ~ Merupakan aplikasi berbasis web yang dibuat menggunakan PHP. Aplikasi Manajemen Surat (AMS) merupakan suatu aplikasi yang be

10/09/2020 11:05 - Oleh Admin - Dilihat 435 kali